RSS

Mengenal dan Mencegah DBD

12 Nov

Akhir-akhir ini kita dibuat prihatin dengan tingginya kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyebabkan banyak anak-anak menjadi korban . Selain anak-anak DBD kerapkali menyerang orang dewasa yang tak jarang menimbulkan dampak yang fatal.

DBD disebabkan oleh infeksi virus DHF yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti betina. Beberapa gejala yang sering terjadi pada penderita DBD antara lain: panas tinggi selama 2 – 7 hari, nyeri perut (ulu hati), pendarahan berupa bintik merah dikulit, mimisan, gusi berdarah, muntah dan berak darah.

Seseorang yang menderita DBD juga dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Pernderita DBD mengalami penurunan jumlah trombosit, dengan kadar lebih kecil dari 100.000/ pl. Selain itu penderita juga mengalami Hemokonsentrasi yang disebabkan oleh kebocoran plasma yang dapat dinilai dari peningkatan nilai hematokrit lebih besar dari 20 persen dari nilai baku sesuai umur dan jenis kelamin. Penurunan nilai trombosit yang disertai atau segera disusul dengan peningkatan nilai hematokrit tersebut unik untuk penyakit DBD.

Apabila ada anggota keluarga atau sahabat yang menderita gejala demam hendaknya segera dibawa ke dokter, puskesmas, atau RS. Sebelumnya kita dapat melakukan beberapa pertolongan pertama antara lain dengan menganjurkan penderita untuk istirahat dengan berbaring diatas tempat tidur sembari dikompres hangat. Untuk menurunkan suhu badan, dapat diberikan obat penurun panas seperti parasetamol. Selain itu, dianjurkan pemberian cairan dan elektrolit per oral, jus buah, sirop, susu, disamping air putih, paling sedikit diberikan selama 2 hari. Selama demam perlu dilakukan monitoring suhu badan dengan termometer, dan pemantauan kadar trombosit, hematokrit melalui uji laboratorium. Untuk mempercepat pulihnya kesehatan penderita, ada baiknya kita memberikan ramuan tradisional berupa angkak ataupun jus jambu biji yang secara empiris dapat meningkatkan kadar trombosit penderita DBD.

Penyakit DBD merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, untuk itu apabila ada keluarga atau tetangga yang menderita DBD hendaknya segera memberitahu ketua RT/ puskesmas setempat untuk meminta dilakukan fogging/ pengasapan guna memberantas nyamuk-nyamuk yang menjadi vektor penularan DBD.

Selain itu, kita dapat mencegah DBD dengan melakukan gerakan 3M. M yang pertama adalah membersihkan, bisa dilakukan dengan membersihkan selokan, menyikat bak mandi, drum, dan penampungan air minimal seminggu sekali. M yang kedua adalah menutup tempat-tempat penampungan air. M yang terakhir adalah mengubur kaleng-kaleng, botol dan ban bekas yang bisa menjadi tempat genangan air tempat nyamuk berkembang biak. Dengan melakukan upaya 3M diatas, diharapkan mata rantai perkembangbiakan nyamuk-nyamuk penyebab DBD dapat terputus, sehingga DBD dapat dicegah.

Semoga dengan mengenal dan melakukan upaya pencegahan DBD kita dapat mengamankan lingkungan sekitar dan anggota keluarga kita dari wabah DBD.

 
Leave a comment

Posted by on 12 November 2010 in Kesehatan

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: