RSS

Hipertensi

28 Oct

Hipertensi merupakan penyakit dimana terjadi kenaikan tekanan darah dengan kondisi medis yang beragam. Umumnya penyebabnya tidak diketahui (hipertensi primer), faktor genetik memegang peranan penting, oleh karena itu hipertensi sering turun temurun dalam suatu keluarga. Hipertensi primer ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat di kontrol.

Sebagian yang lainnyal mempunyai penyebab yang khusus, yang dikenal sebagai hipertensi sekunder. Banyak penyebab hipertensi sekunder; endogen maupun eksogen. Bila penyebab hipertensi sekunder dapat diidentifikasi, hipertensi pada pasien-pasien ini berpotensi dapat disembuhkan.

Klasifikasi Tekanan Darah Tinggi

Klasifikasi Tekanan Darah

Tek. Darah Sistolik (mm Hg)

Tek. Darah Diastolic (mm Hg)

Normal

<120

<80

Prehipertensi

120-139

80-89

Hipertensi Tahap I

140-159

90-99

Hipertensi Tahap II

> 160

>100

Tekanan darah yang sangat tinggi (> 180/120 mm Hg) cepat atau lambat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan organ,   Untuk itu tekanan darah perlu diturunkan dengan segera.

Untuk menurunkan tekanan darah secara berangsur dapat dilakukan terapi non farmakologi dan  farmakologi.

Terapi Non Farmakologi

Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang sangat penting untuk mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam penanganan hipertensi. Semua pasien dengan  prehipertensi dan hipertensi harus melakukan perubahan gaya hidup.

Modifikasi gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan darah adalah mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau gemuk; mengadopsi pola makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium; diet rendah natrium; aktifitas fisik; dan mengurangi konsumsi alkohol.

Terapi Farmakologi

Ada beberapa kelas obat antihipertensi . Diuretik, penyekat beta, penghambat enzim konversi angiotensin (ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan antagonis kalsium.

Obat yang biasanya digunakan:

Hidroklorotiazid (HCT) 12,5 – 25 mg perhari dosis tunggal pada pagi hari

Reserpin 0,1 – 0,25 mg sehari sebagai dosis tunggal

Propanolol mulai dari 10 mg 2 x sehari dapat dinaikkan 20 mg 2 x sehari. (Kontra indikasi untuk penderita asma).

Kaptopril 12,5 – 25 mg 2 – 3 x sehari. (Kontraindikasi pada kehamilan selama janin hidup dan penderita asma).

Nifedipin mulai dari 5mg 2 x sehari, bisa dinaikkan 10 mg 2 x sehari.

 
Leave a comment

Posted by on 28 October 2011 in Kesehatan

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: