Hipertensi merupakan penyakit dimana terjadi kenaikan tekanan darah dengan kondisi medis yang beragam. Umumnya penyebabnya tidak diketahui (hipertensi primer), faktor genetik memegang peranan penting, oleh karena itu hipertensi sering turun temurun dalam suatu keluarga. Hipertensi primer ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat di kontrol.
Sebagian yang lainnyal mempunyai penyebab yang khusus, yang dikenal sebagai hipertensi sekunder. Banyak penyebab hipertensi sekunder; endogen maupun eksogen. Bila penyebab hipertensi sekunder dapat diidentifikasi, hipertensi pada pasien-pasien ini berpotensi dapat disembuhkan.
Klasifikasi Tekanan Darah Tinggi
|
Klasifikasi Tekanan Darah |
Tek. Darah Sistolik (mm Hg) |
Tek. Darah Diastolic (mm Hg) |
| Normal |
<120 |
<80 |
| Prehipertensi |
120-139 |
80-89 |
| Hipertensi Tahap I |
140-159 |
90-99 |
| Hipertensi Tahap II |
> 160 |
>100 |
Tekanan darah yang sangat tinggi (> 180/120 mm Hg) cepat atau lambat dapat menyebabkan terjadinya kerusakan organ, Untuk itu tekanan darah perlu diturunkan dengan segera.
Untuk menurunkan tekanan darah secara berangsur dapat dilakukan terapi non farmakologi dan farmakologi.
Terapi Non Farmakologi
Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang sangat penting untuk mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam penanganan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus melakukan perubahan gaya hidup.
Modifikasi gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan darah adalah mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau gemuk; mengadopsi pola makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) yang kaya akan kalium dan kalsium; diet rendah natrium; aktifitas fisik; dan mengurangi konsumsi alkohol.
Terapi Farmakologi
Ada beberapa kelas obat antihipertensi . Diuretik, penyekat beta, penghambat enzim konversi angiotensin (ACEI), penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan antagonis kalsium.
Obat yang biasanya digunakan:
Hidroklorotiazid (HCT) 12,5 – 25 mg perhari dosis tunggal pada pagi hari
Reserpin 0,1 – 0,25 mg sehari sebagai dosis tunggal
Propanolol mulai dari 10 mg 2 x sehari dapat dinaikkan 20 mg 2 x sehari. (Kontra indikasi untuk penderita asma).
Kaptopril 12,5 – 25 mg 2 – 3 x sehari. (Kontraindikasi pada kehamilan selama janin hidup dan penderita asma).
Nifedipin mulai dari 5mg 2 x sehari, bisa dinaikkan 10 mg 2 x sehari.





